Label

Tampilkan postingan dengan label FOTOGRAFI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FOTOGRAFI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Maret 2013

TipTeknik Memperoleh Hasil Foto Makro yang Bagus

fine, art, macro, photography, deviant, blue, canvas

Tujuan umum fotografi makro adalah untuk mendapatkan detail objek. Pada prinsipnya tips fotografi dalam artikel saya sebelumnya berlaku juga pada fotografi makro, yang perlu ditekankan adalah:


  1. Memiliki Tujuan; untuk memperoleh hasil yang maksimal penting diketahui tujuan pengambilan fotografi makro, apakah hanya untuk sekedar iseng, seni, kepentingan ilmiah, pemberitaan atau promosi produk, dengan demikian kita bisa fokus. Biasanya untuk kepentingan ilmiah dan pemberitaan lebih mengutamakan “pesan foto” daripada keindahannya (seni), namun akan menjadi foto yang hebat apabila keduanya dapat disatukan.

  2. Menggunakan lensa khusus makro atau mengaktifkan modus makro pada kamera.

  3. Menggunakan manual fokus (kalau ada pada kamera tentunya), karena seringkali autofokus “tidak mengetahui” bagian mana yang kita inginkan dari objek untuk difokuskan.

  4. Menggunakan penyangga kamera; fotografi makro sangat sensitif terhadap goncangan, gunakan monopod, bipod, tripod, tetrapod atau benda-benda lain sebagai penyangga kamera misalnya buku atau apalah… terserah pembaca >.<
  5. Menggunakan fitur self timer kamera, sehingga kamera benar-benar bebas dari goncangan.

  6. Sebaiknya tidak menggunakan flash khususnya pada objek yang sangat dekat (lebih dekat dari 10-30 cm), penerangan objek dapat dilakukan dengan mengarahkan objek pada sumber cahaya (kalau benda tak bergerak dong, kalau objeknya serangga keburu kabur dah), menggunakan senter atau lampu baca.

  7. Menggunakan mode aperture priority (bukaan lensa) lebar/nilai f rendah, ISO (sensifitas sensor kamera terhadap cahaya) rendah dan shutter speed relatif tinggi.

Teknik Fotografi Bulb

Teknik Fotografi Bulb



Bulb Photography adalah sebuah teknik dimana lensa dibiarkan terbuka lebih lama dari biasanya. Yang perlu diperhatikan pada foto bulb adalah posisi kamera harus statis. oleh karena itu diperlukan beberapa item seperti :
-Tripod
-Shutter cable release
-Kamera yang dapat membuka shutter sesuai keinginan
-senter / cahaya
1. Shutter Speed rendah –>lebih dari 3 detik (agar didapat efek pergerakan dari benda yang di foto )
2. Diafragma Kecil –>11-22 (Untuk mendapatkan ruang tajam keseluruhan gambar lebih luas dan memungkinkan shutter speed lebih lambat)
3. ISO/ASA serendah mungkin Menggunakan Tripod & kabel release (bila ada) –> untuk mengurangi guncangan agar gambar yang dihasilkan tidak berbayang.
4. MemFokuskan object –>foto bulb tidak hanya sekedar foto landscape(pemandangan/view) saja.melaikan dapat juga ditentukan sebuah objek foto dengan Foreground atau background efek cahaya bergerak (Moving Lights)
5.Metering Objek–>dimaksudkan agar objek yang difoto dapat tergambar dengan pencahayaan yang cukup jelas,kecuali jika sang fotografer mempunyai maksud lain dengan men-Set metering objek Under atau Over expos.
Teknik bulb ini sering juga disebut teknik melukis dengan cahaya, seperti halnya menggambar di atas kertas. namun perbedaanya adalah pada media yang digunakan. melukis dengan cahaya adalah sebuah teknik yang menggunakan kamera sebagai alat untuk mereproduksi atau merekam cahaya, yang nantinya akan memadukan titik-titik cahaya menjadi sebuah gambar yang artistik.
Cara mengambil bulb :
pasang kamera pada tripod
atur shutter speed serendah mungkin (lebih dari 3 detik)
atur diafragma serendah mungkin f.22 atau lebih rendah
ISO serendah mungkin (100, 50, dsb.)
berikut contoh-contoh gambar bulb






Asalmula,dan macam Kamera Polaroid

Kamera Polaroid


Polaroid sx-70
Kamera Polaroid atau lebih dikenal dengan kamera langsung jadi adalah model kamera yang dapat memproses foto sendiri di dalam badan kamera setelah dilakukan pemotretan. Kamera polaroid ini menggunakan film khusus yang dinamakan film polaroid. Film polaroid yang dapat menghasilkan gambar berwarna dinamakan film polacolor. Menurut sejarahnya, kamera polaroid atau kamera gambar seketika jadi ini dirancang untuk pertama kalinya oleh Edwin Land, dari perusahaan Polaroid dan dipasarkan sejak tahun 1947. Nama Polaroid itu sebetulnya adalah merek dagang, seperti orang menyebut semua pasta gigi dengan nama Pepsodent, atau orang menyebut sepeda motor dengan nama Honda.

Informasi tambahan

Kodak EK6 Instant Camera
Polaroid film adalah film yang ditemukan oleh Edwin Land. Menghasilkan foto dalam waktu singkat (dalam beberapa menit saja), tetapi tidak mempunyai negatif.
Jepretan pertama dengan menggunakan kamera polaroid dilakukan oleh Heriyanto, Farouk dan Gusti pada tahun 1944, sedangkan jepretan pertama di muka bumi ini (dengan kamera yang ada pada saat itu) dilakukan oleh Niceephore Niepce yang memotret gudang di halaman belakang rumahnya di Prancis pada tahun 1826.


Berikut kamera polaroid yang moderen 

 



 



Dan ini adalah model kamera Polaroid terbaru yang menghadirkan instagram, kerennnn!!!

   


Sabtu, 02 Maret 2013

CONTOH KAMERA LOMO BESERTA HASILNYA



HASIL FOTO DARI KAMERA LOMO

   

Hasil jepretan foto dari kamera LOMO memang berbeda, sebenarnya kamera ini  adalah suatu ciptaan gagal, namun bagi para pengemar fotografi hasil dari kamera LOMO bisa dibilang unik, karna warna yang dihasilkan tidak sesuai dengan kenyataan , tapi itu yang membuat hasil jepretan itu menarik :)

GAMBAR DIATAS ADALAH CONTOH KAMERA LOMO BESERTA HASIL JEPRETANNYA

LOMO KAMERA

Apa sih Kamera Lomo ?
Kata Lomo adalah singkatan dari Leningsradskoye Optiko Mechaninicheskoye Obyedinenie yang merupakan sebuah pabrik lensa yang berada di St.Petersburg, Rusia. Jadi sebenarnya Lomo itu nama pabrikannya, nama merk mungkin. Hasil jepretan kamera jenis ini sebenarnya dinilai tidak sesuai asli, adanya distorsi pada lensa membuat gambar yang dihasilkan tidak sesuai dengan warna atau tampak aslinya.



Hasil Jepretannya Gimana?
Relatif/tergantung. Adanya distorsi membuat hasilnya tidak sama dengan keadaan asli gambar yang diambil. Jadi kalo dinilai dari sudut pandang ingin mendapatkan gambar setajam, sejernih, dan sesuai objek asli, kamera lomo jauh dari hal ini. Namun kalo dinilai dari sudut pandang seni yang nilainya abstak dan kebebasan mengambil gambar, gambar cacad dari hasil jepretan kamera lomo ini malah dijadikan nilai utama.



Tips Menggunakan Kamera Lomo
1. Take your LOMO everywhere you go.
Bawalah kamera Lomo anda kemanapun anda pergi, karena dimana pun anda dapat menemukan obyek foto yang tak terduga.

2. Use it anytime – day or night.
Pakailah kamera Lomo anda tanpa batas. Pakai kamera Lomo anda baik siang maupun malam, kapan saja di berbagai situasi dan kondisi.

3. Lomography is not an interference in your life, but a part of it.
Jadikanlah Lomografi sebagai bagian dari diri anda dan nikmatilah waktu anda memotret suatu obyek dengan kamera Lomo.

4. Shoot from the hip.

5. Approach the objects of your lomographic desire as close as possible.
Dekati obyek foto anda sedekat mungkin selain karena kamera Lomo umumnya tidak ada zoom, harus ada feel tersendiri antara anda dengan obyek foto.

6. Don’t think.
Jangan berpikir, gunakan hati dan penglihatan anda.

7. Be fast.
Cepat dalam memotret suatu obyek foto, anda tidak perlu banyak berpikir/berteknik.

8. You don’t have to know beforehand what you’ve captured on film.
Anda tidak perlu terlalu memikirkan gambar seperti apa yang akan anda ambil.

9. You don’t have to know afterwards, either.
Anda juga tidak perlu memikirkan bagaimana hasil dari gambar yang telah anda ambil.

10. Don’t worry about the rules.
Jangan khawatir tentang aturan-aturan fotografi dan jangan terlalu memikirkannya saat anda menggunakan kamera Lomo.



Jenis-jenis Kamera Lomo
1. Lomograpic ACTION SAMPLER
Hasil foto Lomografi yang dihasilkan dengan kamera action sampler adalah foto dengan bentuk 1 foto terbagi 4 bagian.

2. Lomographic colorsplash camera
Hasil foto dengan menggunakan kamera lomo jenis colorsplash akan bermain dengan warna. Warna yang tampil difoto belum tentu sesuai dengan warna asli. Kamera ini seringkali digunakan untuk acara di malam hari.

3. Lomographic Fisheye Camera
Kamera pocket dengan lensa fisheye. Cakupan pandangan 170 derajat. Hasil foto berbentuk bulat seperti mata ikan.
Kamera LOMO FISHEYE ada 2 jenis, yang tipe pertama atau sering disebut fisheye1, dana tipe kedua atau sering disebut fisheye2. Beda dari 2 tipe ini adalah, yang tipe kedua viewfindernya sudah cembung, jadi kita dapat tahu bagaimana hasil gambarnya. Dan juga sudah dibekali dengan mode Bulb dan Multiple Exposure.

4. Lomographic Frogeye Underwater
Kamera ini tetap dapat digunakan meski di dalam kolam renang/air tanpa casing khusus. Itu sebabnya kamera jenis ini disebut frogeye atau mata katak. Kamera ini sekarang tidak diproduksi lagi (dead stock).

5. Lomographic Oktomat
Dalam 1 kali jepret akan tampil menjadi 8 foto kecil dalam 1 foto.

6. Lomograpic Pop 9
Dengan 1 kali jepret akan tampil menjadi 9 foto kecil dalam 1 lembar foto.

7. Lomographic SuperSampler
Dalam hasil 1 foto yang tampil, terbagi menjadi 4 bagian

Membuat foto levitasi tanpa editing

Apa itu levitasi? Levitasi adalah teknik fotografi yang membuat sesuatu atau seseorang tampak seolah-olah Melayang tanpa menggunakan alat bantu. Foto levitasi tanpa editing dilakukan oleh model yang melompat dan berpose sehingga seolah-olah ia tampak melayang. Berbeda dengan teknik jump shot dimana objek memang terlihat melompat bukan melayang.
Foto levitasi bisa dihasilkan dengan 2 cara: Tanpa dan dengan editing(Trik Photoshop) Foto levitasi tanpa editing dilakukan oleh model yang melompat dan membuat pose seolah-olah ia tampak melayang.
Tips membuat foto levitasi tanpa editing:

  • Fotografi levitasi berbeda dengan Jump Shot. Levitasi harus memperlihatkan model yang seakan melayang alami tanpa beban dan tanpa terlalu banyak ekspresi wajah.

  • Foto levitasi tanpa editing dapat dilakukan dengan kamera professional (DSLR) maupun kamera biasa (kamera ponsel, pocket cam)

  • Foto levitasi dengan kamera DSLR, bisa memanfaatkan Burst Mode (Continuous Shooting). Dengan sekali menekan tombol shutter, langsung menghasilkan beberapa jepretan sekaligus. Foto-foto hasil jepretan dengan Burst Mode dari kamera DSLR dapat dipilih mana yang paling pas mendapatkan moment “melayang”

  • Foto levitasi dapat dilakukan dengan kamera non-professional, namun lebih tricky karena mengandalkan ketepatan menekan tombol rana saat model melompat.

  • Pastikan cahaya cukup, agar bayangan terbentuk sehingga efek model sedang melayang lebih terlihat.

  • Gunakan shutter speed tinggi untuk menangkap model yg melayang dengan lebih fokus (freeze motion). Cahaya yang cukup sangat berperan untuk mendapatkan shutter speed tinggi. Shutter Speed di atas 1/500 lebih baik.

  • Gunakan low angle, agar model terlihat tinggi melayang.

  • Kamu bisa menggunakan hair spray/gel agar saat melompat, rambut model tidak terlihat berantakan. Bisa juga rambut diikat, memakai bando, atau topi.

  • Gunakan juga peniti, pin, sabuk, double tape atau alat penjepit baju supaya tidak tidak tampak menggembung atau tersingkap saat model melompat.

  • Coba gunakan aksesoris yang mendukung. Umumnya sih sapu, vacum cleaner, payung. Ayo coba yang lain!

  • Cari lokasi foto yang unik.

  • Bisakah memfoto diri sendiri sedang levitasi? Bisa! Gunakan Tripod, dan set timer di kamera. Loncatlah sebanyak mungkin saat mendekati waktu timer! Ini tapi pakai untung-untungan ya!

  • Stay safe! Jangan memaksakan diri melompat jika sudah capek & cari lokasi yang aman buat melompat.

Berikut beberapa foto-foto levitasi karya Natsumi.


Foto levitasi : Natsumi
Membuat foto levitasi tanpa editing

Foto levitasi : Natsumi
Membuat foto levitasi tanpa editing

Foto levitasi : Natsumi
Membuat foto levitasi tanpa editing